Lampung Timur – (THE NET 24) – Bulan Suci Ramadhan adalah Bulan yang penuh berkah dan ampunan, Bulan Suci Ramadhan hanya ada 1 Bulan dalam 1 Tahun. 22/03/2025.
Namun sangat disayangkan Bulan Ramadhan 2025 kali ini dikotori dan di nodai oleh oknum penyedia tempat prostitusi di Desa Sumbersari, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur yang dibuka secara terang-terangan.
Dibulan Suci Ramadhan ini sepertinya tidak membuat para pemilik tempat pekerja Seks komersil (PSK) berhenti beroperasi.
Buka setiap hari, lokalisasi ini tidak pernah disentuh oleh APH dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sehingga mereka Bebas beraktifitas.
Padahal lokalisasi tersebut sangat dekat dengan podok Pesantren dan sekolahan dari tingkat SD-SMK.
Meskipun bulan puasa para mucikari masih aktif mencari dan merayu para lelaki hidung belang dengan cara terang-terangan.
Dari pantauan awak media tampak kendaraan mobil dan motor yang diduga milik para tamu yang ingin menikmati Sex komersial di lokasi tersebut.
Kepada media ini salah seorang tokoh masyarakat di Desa Sumbersari yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, “kami heran kenapa tempat seperti itu tidak ditutup oleh Kepala Desa, Polsek dan Pol PP, apakah mungkin oknum-oknuk tersebut mendapatkan setoran dan menjadi tameng bagi rumah Bordil tersebut, sehingga mereka tidak berani menutupnya?” tanya warga heran.
“Kami juga merasa resah, berapa kali gati Bupati, Kapolsek, Camat dan Kades, tempat itu selalu buka dan tidak pernah disegel, apalagi ini di Bulan Suci Ramadhan mereka benar-benar tidak menghargai kami sebagai masyarakat disini.”tambahnya.
Sementara sampai saat ini Camat Sekampung, Kapolsek dan Kades belum bisa dikonfrimasi.
Sementara itu Ketua IWO (Ikatan Wartawan Online) Kabupaten Lampung Timur mengecam keras adanya prostitusi di wilayah Hukum Kecamatan Sekampung.
“Saya minta supaya para tokoh agama, forkopimcam Kecamatan Sekampung dan Polsek Sekampung segera menindak lanjuti keluhan warga masyarakat Desa Sumbersari, jangan seolah-olah terjadi pembiaran karna dilingkungan itu ada pesantren, ada masjid di situ, jangan seolah-olah merasa kebal hukum di Negara ini, karna dampak dari sex bebas itu sama saja menyebarkan Virus Hiv/Id,”tutup Azzohirri.za.
Red