Bupati Ela dan PT Petrokimia Gresik Serap Aspirasi Petani di Batanghari

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Bagikan berita ini :
Listen to this article

LAMPUNG TIMUR(THE NET 24) – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama PT Petrokimia Gresik menggelar diskusi interaktif bertajuk “Penjaringan Aspirasi Petani dan Kendala Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lapangan” di Kios Kurnia Tani, Desa Nampirejo, Kecamatan Batanghari, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara petani, pemerintah, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia, distributor, dan kios resmi. Tujuannya untuk menyerap aspirasi serta mencari solusi atas kendala penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan demi mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah, jajaran manajemen PT Petrokimia Gresik termasuk Manager Area Lampung Wilman Paksi dan Direktur Manajemen Risiko M. Ikhwan Fahrozi, Plt. Kepala Dinas Pertanian Lamtim, Camat Batanghari, distributor, pemilik kios resmi, penyuluh pertanian, dan para petani.

Sebelum diskusi, Bupati Ela bersama Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik meninjau gudang penyimpanan pupuk untuk memastikan ketersediaan stok. Rombongan juga menyaksikan simulasi pemesanan pupuk bersubsidi melalui aplikasi E-Alokasi/PPTS sebagai wujud sistem distribusi yang lebih transparan dan akuntabel.

Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada petani.

“Kami hadir untuk mendengar harapan dan masukan dari para petani. Komitmen Petrokimia Gresik adalah terus menjaga kualitas produk dan pelayanan guna mendukung ketahanan serta kedaulatan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Lampung Timur,” ujarnya.

Luluk juga memperkenalkan Mobil Uji Tanah Gratis milik PT Petrokimia Gresik. Layanan ini membantu petani mengetahui kondisi unsur hara tanah agar penggunaan pupuk lebih tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan tanaman.

“Dengan uji tanah, petani dapat mengetahui dosis pemupukan yang sesuai, tidak kurang maupun berlebihan. Kami berharap layanan ini dimanfaatkan secara berkala agar hasil pertanian semakin optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Lampung Timur tahun 2026 mencapai 139.097 ton. Penyalurannya mengacu pada prinsip 7 Tepat: tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga sesuai HET, tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan sektor pertanian adalah pilar utama pembangunan daerah dan penopang perekonomian masyarakat.

“Provinsi Lampung merupakan lumbung pangan nasional, sementara Kabupaten Lampung Timur memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga ketahanan pangan Indonesia. Karena itu ketersediaan pupuk yang cukup dan distribusi tepat sasaran sangat penting untuk menjaga produktivitas,” kata Ela.

Bupati juga mengapresiasi komitmen PT Petrokimia Gresik dalam menjaga ketersediaan pupuk subsidi maupun nonsubsidi.

“Saya mengajak seluruh petani memanfaatkan pupuk secara bijak sesuai rekomendasi dan terus meningkatkan produktivitas. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung Timur,” ujar Ela.

Diskusi berlangsung interaktif. Petani menyampaikan masukan terkait mekanisme pengajuan, distribusi, hingga pendampingan penggunaan aplikasi digital. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem distribusi agar lebih efektif dan transparan.

Melalui kolaborasi Pemkab Lamtim, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia, distributor, kios resmi, penyuluh, dan petani, diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi semakin optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani di Bumei Tuwah Bepadan. (Dbs)

Dilaporkan oleh : Pimpinan Redaksi