Lampung Timur – (THE NET 24) – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana di kawasan pesisir, Rabu (10/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Marga Sari, Kecamatan Labuhan Maringgai. Rakor ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pasir Sakti, unsur TNI AL, Polairud, Polsek, Koramil, Kabid BPBD Lampung Timur, Kepala Puskesmas Labuhan Maringgai, Kepala Puskesmas Pasir Sakti, serta unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Ela menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya imbauan dari Pemerintah Provinsi Lampung dan BPBD Provinsi agar masyarakat di kawasan pesisir tetap waspada, namun tidak panik.
โMasyarakat yang ada di pesisir harus tetap waspada dan tenang. Makanya kami selaku penanggung jawab kabupaten melakukan rapat koordinasi bersama seperti ini,โ ujar Bupati Ela.
Menurutnya, potensi bencana akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau perlu diantisipasi secara serius. Kondisi erupsi yang dapat berubah sewaktu-waktu menuntut pemerintah dan masyarakat memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
โTidak menutup kemungkinan erupsi kembali terjadi, kemudian tiba-tiba mereda. Dampaknya bukan hanya untuk Lampung, tetapi bisa lebih luas. Kita sudah melihat bagaimana aktivitas erupsi dapat memengaruhi penerbangan karena faktor keselamatan,โ jelasnya.
Bupati menegaskan, mitigasi tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder harus mulai mempersiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini, terutama di wilayah yang berhadapan langsung dengan laut.
โSaya selalu memberikan imbauan kepada BPBD dan pihak-pihak terkait untuk mulai dari sekarang melakukan mitigasi bersama,โ tegasnya.
Ia juga meminta seluruh unsur Forkopimda, Forkopimcam, TNI, Polri, instansi vertikal, serta stakeholder lainnya untuk terlibat aktif dalam upaya mitigasi bencana. Kolaborasi antarlembaga dinilai sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Bupati juga menekankan pentingnya kejelasan titik kumpul, jalur evakuasi, sarana evakuasi, hingga ketersediaan logistik bagi masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
โApabila terjadi alarm, masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan. Apabila terjadi bencana, harus tahu di mana titik kumpul dan ke mana harus melakukan evakuasi. Jangan sampai ketika bencana sudah terjadi, baru kita mempersiapkan semuanya,โ katanya.
Ia meminta BPBD Lampung Timur untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk media sosial. Informasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah yang harus dilakukan masyarakat harus disampaikan secara mudah dipahami.
โTitik kumpul ada, tetapi kalau tidak ada sarana untuk berteduh, makan, akomodasi dan logistik, tentu belum cukup. Ini yang harus dipersiapkan oleh BPBD bekerja sama dengan Forkopimcam dan seluruh stakeholder terkait,โ ujar Bupati.
Selain itu, Bupati meminta agar seluruh sarana dan prasarana pendukung mitigasi dapat dipastikan dalam kondisi siap digunakan.
โSaya harapkan jangan menunggu terjadi, tetapi harus termitigasi dari sekarang.โ
Dalam rapat tersebut, perwakilan Kapolsek Labuhan Maringgai menyampaikan pentingnya kesiapan sistem peringatan dini, termasuk penggunaan sirene apabila terjadi kondisi yang membutuhkan evakuasi masyarakat. Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya pengamanan kendaraan masyarakat ketika proses evakuasi dilakukan.
Sementara itu, Danramil Labuhan Maringgai menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat di tingkat kecamatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi bencana. Hasil rapat tersebut mendorong para kepala desa untuk melaksanakan koordinasi dan sosialisasi penanggulangan bencana di masing-masing desa bersama Babinsa.
Para kepala desa juga diminta melakukan pemetaan wilayah yang berdekatan dengan laut serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik. Setiap desa diminta menentukan titik kumpul dan jalur evakuasi terdekat.
Titik Kumpul yang Ditentukan:
– Desa Karang Anyar, Sukorahayu, dan Marga Sari: Titik kumpul di Desa Braja Luhur
– Desa Muara Gading Mas: Titik kumpul di Lapangan Desa Labuhan Maringgai
– Desa Karya Tani dan Karya Makmur: Titik kumpul di Desa Nibung. (DBS)