Viralnya Pemberitaan Ketua PWI Yang Melukai Hati Wartawan, Ini Penjelasan Ketua PWI Lampung Timur

| ๐•ฟ๐–Š๐–—๐–Ž๐–’๐–†๐–๐–†๐–˜๐–Ž๐– ๐•ต๐–†๐–‰๐–Ž ๐•ป๐–Š๐–’๐–‡๐–†๐–ˆ๐–† ๐•พ๐–Š๐–™๐–Ž๐–†.

Bagikan berita ini :
Listen to this article

Lampung Timur(THE NET 24) – Terkait viralnya atas pemberitaan yang terjadi di Lapas Kelas IIB Sukadana beberapa hari belakangan ini menimbulkan banyak pertanyaan, Selasa 8/10/2024.

Sebelumnya Media ini telah memberitakan terkait adanya tahanan Lapas Kelas IIB Sukadana yang di tusuk pakai benda tajam oleh sesama tahanan dengan link berita “https://thenet24.com/1702/terjadi-penusukan-berencana-kpr-rutan-kelas-iib-sukadana-diduga-tidur”

Sehari setelah pemberitaan tersebut viral Muklis Ketua PWI mendatangi Lapas Kelas IIB Sukadana dengan maksud bersilaturahmi.

Namun dihari yang sama beberapa awak Media yang datang dan menunggu di luar Lapas Kelas IIB Sukadana untuk melakukan Konfirmasi lebih lanjut kepada Kepala Lapas (Kalapas), ditolak oleh pihak Lapas dengan alasan hari ini tidak bisa menemui awak Media.

Kemudian di malam hari terbitlah Pemberitaan dari Ketua PWI Lampung Timur terkait lapas dengan link berita, “https://rilis.id/Daerah/Berita/Tanggapi-Insiden-di-Rutan-Kelas-IIB-Sukadana-PWI-Lamtim-Serukan-Akses-Media-yang-Lebih-Baik-mBMibdp”

Dalam pemberitaan yang ditayangkan oleh Muklis terlihat bahwa Muklis selaku Ketua PWI Lampung Timur diduga tidak berpihak ke awak Media dan Keluarga Korban Penusukan.

Sehingga terjadilah ketersinggungan terhadap Hairul selaku Keluarga korban, maka terbitlah Pemberitaan dari Media ini yang bersumber dari Hairul dengan link, “

https://thenet24.com/1729/awak-media-sesalkan-pernyataan-ketua-pwi-lampung-timur,”

Dengan viralnya pemberitaan tersebut Muklis Ketua PWI menghubungi Media ini melalui pesan WhatsApp dengan bermaksud memberikan hak jawab Klarifikasi sebagai berikut :

“Saya, Muklis selaku Ketua PWI Lampung Timur, ingin memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai pernyataan saya atas insiden yang terjadi di Rumah Tahanan Kelas II B Selasa (8/10/2024).”ucap Muklis.

“Saya merasa perlu untuk meluruskan beberapa hal yang dianggap keliru dan untuk menjelaskan posisi PWI dalam konteks ini,” tegas Muklis.

“Pertama, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan atau menyatakan bahwa para awak media tidak profesional, sebagai seorang Ketua PWI, saya memiliki tanggung jawab untuk mendukung para jurnalis dan menghormati karya mereka, tuduhan bahwa saya berpihak secara sepihak atau melakukan intervensi dalam pemberitaan adalah tidak benar.

Kedua, saya menghargai karya jurnalistik yang dihasilkan oleh rekan-rekan media dan memahami bahwa setiap berita yang diterbitkan memiliki proses dan konfirmasi tersendiri, Oleh karena itu, jika ada kesalahpahaman atau ketidakpuasan terkait laporan yang diterbitkan, seharusnya hal tersebut dibahas secara langsung kepada saya sebagai Ketua PWI atau melalui dialog yang konstruktif, bukan melalui tuduhan yang dapat merugikan citra organisasi dan para jurnalis.

Ketiga, saya ingin menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara lembaga pemasyarakatan dan media, jika ada pihak yang merasa terdiskriminasi dengan pemberitaan, kami sangat terbuka untuk melakukan diskusi lebih lanjut untuk menjembatani perbedaan pendapat yang ada, tentu saja, hak jawab atau klarifikasi dapat digunakan untuk memberikan perspektif yang seimbang kepada publik.

Keempat, kami di PWI berkomitmen untuk menjadi mitra yang profesional dan bertanggung jawab dalam setiap aspek keterlibatan kami, saya berharap ini bisa menjadi kesempatan untuk saling belajar dan memperbaiki hubungan antara media dan lembaga terkait, “tambah Ketua PWI.

“Demikian hak jawab ini kami sampaikan, semoga bisa memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai posisi kami dalam situasi ini,”tutup Muklis. (Red)

Dilaporkan oleh : Pimpinan Redaksi