LAMPUNG TIMUR – (THE NET 24) – Pelayanan dan fasilitas ruang isolasi RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengeluhkan AC mati, ruangan panas, dan bau tidak sedap yang diduga berasal dari kamar mandi di sebelahnya.
Keluhan disampaikan keluarga pasien yang dirawat di ruang UGD pada Kamis 14/5/2026. Menurut keluarga, kondisi tersebut membuat pasien yang mengalami sesak napas menjadi semakin tidak nyaman.
“AC mati, ruangan panas. Di sampingnya kamar mandi jadi baunya pesing masuk ke ruang pasien. Pasien yang awalnya sesak napas jadi tambah sesak karena bau itu,” ujar Y, keluarga pasien.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Direktur RSUD KH Ahmad Hanafiah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan keluhan sudah ditindaklanjuti.
“Terima kasih atas kritik dan saran yang membangun demi kemajuan RS kita. Kami atas nama Plt Direktur RS KH Ahmad Hanafiah memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan dari dokter piket IGD, pasien yang membutuhkan isolasi langsung dipindahkan ke ruang rawat isolasi.
Hasil rapat virtual internal menunjukkan AC di ruangan tersebut memang dalam kondisi rusak. Tim perbaikan dijadwalkan mulai bekerja pada 15 Mei 2026.
“Situasinya sejak awal bulan pasien full, tetapi bukan berarti itu menjadi alasan ruangan kotor. Kami siap memperbaiki budaya kerja di semua lini,” tegas Plt Direktur.
Pihak rumah sakit juga menyatakan komitmen untuk mengevaluasi tata letak ruang perawatan dan meningkatkan standar kebersihan di seluruh lini pelayanan.
“Sekali lagi kami atas nama civitas RSUD Ahmad Hanafiah mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.
Sesuai UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, setiap pasien berhak mendapatkan lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, dan nyaman.
RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana merupakan rumah sakit milik Pemkab Lampung Timur yang menjadi rujukan utama warga setempat.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana untuk menyampaikan klarifikasi lebih lanjut. (Red)