Lampung Timur – (THE NET 24) – KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program kredit yang ditawarkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, 12/12/2024.
Namun berbeda halnya dengan Bank BRI Unit Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur, pasalnya Oknum Pegawai Bank BRI Unit Purbolinggo diduga melakukan Fraud dalam memberikan pelayanan Peminjaman KUR dan KECE kepada Puluhan Debitur melalui Broker yang berinisial RS yang berada di Desa Tanjung Qencono, Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur.
Kepada Media ini Puluhan Debitur yang telah menguasakan permasalahan ini kepada Kuasa Hukum dari AWPI Lampung Timur, Andri Afrizal, S.H., M.H & Patner mengatakan akan menindak lanjuti pengaduan para Debitur untuk segera mendatangi Bank BRI dan OJK Provinsi Lampung.
“Dalam hal ini kami mendapatkan pengaduan dan permohonan pendampingan dari ibu-ibu disini yang diduga korban penipuan yang dilakukan oleh oknum RS (Broker), yang kemungkinan setelah kami melakukan langkah-langkah Hukum yang akan melibatkan oknum-oknum lainnya,” Ucap Andri pada Rabu 11 Desember 2024.
“Para Debitur ini merasa tertipu, yaitu saat melakukan akad kredit di Bank BRI Unit Purbolinggo, mereka tidak pernah dijelaskan apa isi kontrak tersebut,tidak dibacakan dan tidak diperbolehkan membaca isi kontrak tersebut, bahkan pada saat penandatanganan kontrak untuk nominal peminjamannya diduga ditutupi oleh Oknum Pegawai Bank BRI Unit Purbolinggo, sehingga ibu-ibu Debitur ini ditagih oleh pihak Bank BRI sesuai dengan Nominal di dalam kontrak yang tidak pernah mereka ketahui Nominal Jumlahnya, sedangkan mereka hanya meminjam 10 sampai 20% dari Nominal yang ada di Kontrak tersebut, ” tambahnya.
Masih dikatakan Andri Afrizal, S.H., M.H , “sebelumnya salah satu Debitur kami mendapatkan chat via Whatsap dari oknum pegawai Bank BRI yang bernama Eca yang kami duga Oknum ini mencoba melakukan penekanan terhadap Klien kami bunyinya seperti ini, ” buk, pelunasan pinjaman ditunggu sampai ahir Bulan, diminta kantor Wilayah, mereka tidak memberikan toleran karna kalian sudah masuk Media,” ucap Andri membacakan isi pesan dari Oknum pihak Bank BRI. (Red)