BANDAR LAMPUNG – (THE NET 24) – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kembali mengukir prestasi. Daerah ini dinobatkan sebagai (Pemerintah Daerah Terbaik dalam Percepatan Pembentukan dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Lampung Post bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung dalam Executive Meeting Forum di Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Selasa (21/7/2026).
Penghargaan langsung diterima Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, didampingi Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Lampung Timur Melya Dewi beserta jajaran.
Bupati Ela menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini. Ia menyebut capaian tersebut adalah hasil kerja bersama seluruh pihak.
“Alhamdulillah, Lampung Timur mendapatkan penghargaan di bidang Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini telah terbentuk sekitar 132 KDMP dan dua koperasi lainnya masih dalam proses. Jumlahnya terus bertambah sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa,” ujar Ela.
Dari 132 KDMP yang terbentuk, 10 koperasi sudah beroperasi. Sisanya masih dalam tahap persiapan sarana dan prasarana dengan dukungan berbagai pihak termasuk BUMD.
Menurut Bupati, KDMP diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di desa.
“Kami ingin Koperasi Desa Merah Putih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Seluruh potensi akan dikolaborasikan, mulai dari penugasan BUMN untuk kebutuhan pokok, koperasi reguler, koperasi pertanian, hingga gabungan kelompok tani. Semua bermuara di KDMP agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan penguatan koperasi adalah implementasi nyata sistem ekonomi Pancasila yang berpihak pada pemerataan kesejahteraan.
“Koperasi adalah instrumen untuk mengembalikan sistem ekonomi kepada rakyat. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, nilai tambah hasil pertanian bisa dinikmati masyarakat desa. Rantai distribusi jadi lebih pendek, biaya lebih efisien, dan kesejahteraan petani meningkat,” ujar Gubernur.
Ia juga menyoroti potensi besar Lampung sebagai sentra padi, jagung, singkong, kopi, dan sawit. Panjangnya rantai distribusi selama ini membuat keuntungan petani berkurang.
Karena itu, Pemprov Lampung berharap KDMP mampu memperkuat ekonomi desa, memangkas rantai distribusi, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sistem ekonomi yang lebih adil.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Lampung Timur dalam mempercepat pembentukan KDMP sebagai pilar ekonomi kerakyatan, sekaligus mendukung program strategis nasional untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. (DBS)