Wakil Wali Kota Metro Jajal Soto Ayam Kampung Jos, Kuliner Lokal Didorong Makin Kompetitif

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Bagikan berita ini :
Listen to this article

METRO – (THE NET 24) –Β  Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga dengan mengapresiasi produk lokal yang menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat. Hal itu ditunjukkan Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, saat mencicipi langsung Soto Ayam Kampung Jos di Warkop Tenda Pakwo, Jalan Ganesa, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha kuliner lokal, yang terus berupaya mempertahankan kualitas dan cita rasa produknya di tengah persaingan usaha.

Rafieq mengaku puas setelah mencicipi Soto Ayam Kampung Jos yang memiliki cita rasa gurih dengan kaldu yang terasa kuat, tanpa dominasi rasa asin berlebihan. “Enak, kaldunya kerasa, enggak terlalu asin, gurih enak,” ujar Rafieq.

Menurutnya, perpaduan rasa yang pas menjadi salah satu daya tarik kuliner tersebut. Selain kuah kaldu yang gurih, sajian ini juga menawarkan potongan daging ayam kampung dengan tekstur kenyal yang menjadi ciri khas hidangannya.

Tak sekadar mencicipi, Rafieq juga menyampaikan keinginannya untuk kembali berkunjung bersama keluarga guna menikmati sajian khas Warkop Tenda Pakwo tersebut. “Saya akan kembali lagi ke sini bersama keluarga,” ungkapnya.

Apresiasi itu menjadi sinyal positif bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, untuk terus mengembangkan usaha dengan mengedepankan kualitas bahan, konsistensi rasa, dan pelayanan kepada pelanggan.

Sementara itu, pemilik Warkop Tenda Pakwo, Zuli, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Wali Kota Metro yang telah menyempatkan diri mencicipi langsung Soto Ayam Kampung Jos.

Zuli menjelaskan, keistimewaan menu andalannya terletak pada penggunaan ayam kampung sebagai bahan utama, baik untuk daging maupun kaldu. Komitmen tersebut dipertahankan untuk menjaga karakter rasa yang menjadi pembeda dari sajian soto lainnya.

“Kalau untuk soto ayam sendiri, kami memang sudah menggunakan ciri khas sendiri. Ciri khas soto ini dengan soto yang lain ada pada ayamnya. Murni 100 persen menggunakan ayam kampung, bisa dicek dan dibuktikan. Kaldunya juga berasal dari ayam kampung,” jelas Zuli.

Menurutnya, pemilihan bahan baku tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan konsistensi rasa. Dengan mengandalkan kaldu ayam kampung serta racikan bumbu yang khas, Soto Ayam Kampung Jos diharapkan mampu menarik lebih banyak pelanggan.

Upaya mempertahankan kualitas bahan baku juga menjadi modal penting bagi pelaku usaha kuliner untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk lokal,” ujarnya.

BUKAN SEKADAR SOTO, ADA BERAGAM PILIHAN MENU

Warkop Tenda Pakwo tidak hanya menawarkan Soto Ayam Kampung Jos. Tempat ini juga menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman yang dapat dinikmati masyarakat untuk sarapan, makan siang, makan malam, maupun sekadar bersantai.

Untuk pilihan makanan, tersedia Soto Ayam Kampung Jos, aneka gorengan, mi instan goreng dan rebus, nasi goreng, bubur kacang hijau, serta telur ayam kampung.

Adapun pilihan minuman yang tersedia meliputi kopi hitam, kopi susu, susu jahe, teh manis, es teh, es jeruk, es Extra Joss susu, dan es kopi.

Keberagaman menu tersebut memberikan alternatif bagi pengunjung dengan selera yang berbeda. Suasana warung yang santai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan sembari berbincang bersama teman maupun keluarga.

Dengan menawarkan pilihan menu yang beragam, Warkop Tenda Pakwo berupaya menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menjaga keberlangsungan usahanya.

Kunjungan Wakil Wali Kota Metro ke Warkop Tenda Pakwo menegaskan pentingnya perhatian terhadap pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Usaha kuliner lokal memiliki peluang untuk berkembang apabila mampu menjaga kualitas produk, mempertahankan ciri khas, memberikan pelayanan yang baik, serta memanfaatkan promosi secara konsisten.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM juga perlu terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas produk yang menjadi kekuatan utama mereka.

Soto Ayam Kampung Jos di Warkop Tenda Pakwo menjadi salah satu contoh usaha kuliner, yang mengandalkan kekhasan bahan baku dan cita rasa untuk menarik perhatian konsumen.

Dukungan terhadap UMKM diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan apresiasi semata, tetapi juga mendorong terbukanya peluang promosi, perluasan pasar, dan penguatan daya saing usaha lokal.

Dengan demikian, pelaku UMKM di Kota Metro diharapkan semakin berkembang, mampu mempertahankan usahanya, serta berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah. (DBS)

Dilaporkan oleh : Pimpinan Redaksi