BANDAR LAMPUNG – (THE NET 24) – Tiga organisasi pemilik media siber yang merupakan Konstituen Dewan Pers di Provinsi Lampung sepakat memperkuat sinergi melalui pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis menjaga kredibilitas dan profesionalitas media di era digital, Jumat (1/5/2026).
Kesepakatan koalisi yang dinamai Sekber Asosiasi Media Siber Konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas. Acara dihadiri langsung oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung, Donny Irawan, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Lampung Hendri STD, dan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung A. Novriwan di Sekretariat Sekber, Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung.
Pakta integritas yang ditandatangani menegaskan komitmen bersama untuk menjalankan praktik jurnalisme yang profesional, menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, serta menolak penyebaran hoaks dan disinformasi. Pembentukan Sekber ini juga bertujuan untuk memantau isu-isu strategis, termasuk MBG, KMP, serta berbagai isu publik lainnya yang berkembang di masyarakat.
“Sekber diharapkan menjadi wadah koordinasi antar organisasi media siber dalam melakukan pengawasan, pertukaran informasi, serta penguatan peran pers dalam menyajikan informasi yang dapat dipercaya di tengah pesatnya arus informasi digital,” jelas Komisioner I Sekber Donny Irawan.
Sementara itu, Komisioner II Sekber dan Ketua JMSI Lampung, Novriwan, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh Dewan Pers.
“Pembentukan Sekber ini bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat posisi media siber sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi publik. Kami mendorong agar kolaborasi ini benar-benar berjalan aktif dan berkelanjutan,” ujar Novriwan.
Hal senada disampaikan Komisioner III Sekber yang juga Ketua AMSI Lampung, Hendri Std. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi media di tengah arus informasi yang semakin cepat.
“Kami berharap Sekber ini menjadi ruang bersama untuk saling menguatkan, bukan hanya dalam produksi berita, tetapi juga dalam menjaga integritas dan profesionalitas. Tantangan ke depan tidak ringan, sehingga kolaborasi menjadi kunci agar media tetap dipercaya publik,” kata Hendri.
Lebih dari sekadar wadah koordinasi, kehadiran Sekber ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Sinergi ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang turut mendorong perubahan sosial yang konstruktif.
Dengan kolaborasi yang terbangun, insan pers di Lampung diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mengawal pembangunan daerah, mengkritisi kebijakan secara objektif, serta menghadirkan pemberitaan yang mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.(DBS)