Bupati Ela Buka Festival Kakao Lamtim: Saatnya Naik Kelas, Jangan Jual Biji Mentah Lagi

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Bagikan berita ini :
Listen to this article

LAMPUNG TIMUR(THE NET 24) –Β  Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat sektor perkebunan kakao sebagai komoditas unggulan daerah. Komitmen itu diwujudkan melalui Festival Kakao Lampung Timur di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara, yang resmi dibuka oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.

Festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing kakao Lampung Timur agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Ela menegaskan pengembangan kakao tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Harus ada transformasi menyeluruh mulai dari budidaya, kualitas panen, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran modern yang berorientasi nilai tambah.

“Kita harus terus melakukan transformasi, mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Bupati.

Ia mengajak petani tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi mengembangkan produk olahan bernilai tinggi seperti cokelat olahan, bubuk kakao, minuman cokelat, hingga produk kreatif berbahan dasar kakao.

“Mari kita jadikan kakao sebagai identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur. Dengan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, kita bisa meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah,” kata Ela.

Mengusung tema “Transformasi Kakao Lampung Timur”, festival ini diharapkan menjadi semangat bersama untuk mewujudkan kakao yang unggul dan petani yang sejahtera.

Turut hadir Sekda Lamtim, kepala OPD, camat, serta mitra pembangunan seperti Rikolto, PBN, GIZ, KAWAN TANU, GEMA CITA, CSP. Dari sektor swasta hadir *OFI, Barry Callebaut, Mars, Terve Chocolate, dan PT Tani* selaku pembeli dan eksportir.

Festival juga diramaikan pameran produk kakao dan olahannya, serta inovasi pertanian ramah lingkungan: pupuk organik, fungisida organik, hingga pengendali hama alami untuk budidaya kakao berkelanjutan.

Momen kebersamaan ditandai dengan menikmati minuman cokelat bersama seluruh tamu sebagai simbol promosi konsumsi produk kakao lokal.

Ketua *Forum APIK* menekankan pentingnya petani mandiri melalui budidaya berkelanjutan. Kakao juga punya manfaat ekologis untuk penghijauan dan konservasi. Untuk standarisasi mutu, petani diimbau tidak menjemur biji di tanah dan memastikan penjemuran optimal.

Forum APIK juga memperkenalkan rencana *Aplikasi Sistem APIK* untuk pendataan petani, pengelolaan keanggotaan, penyampaian program, hingga monitoring sektor kakao secara cepat dan terintegrasi.

Dengan sinergi pemerintah, petani, dunia usaha, dan mitra pembangunan, Festival Kakao Lampung Timur diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat hilirisasi kakao, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjadikan Lamtim sebagai penghasil kakao berkualitas yang bersaing di pasar global. (DBS)

Dilaporkan oleh : Pimpinan Redaksi