Lampung Timur – (THE NET 24) – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, melakukan kunjungan kerja ke Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, untuk meninjau langsung realisasi Program Listrik Masuk Sawah yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan bahwa program listrik masuk sawah merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi nyata bagi para petani, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air untuk irigasi.
“Program ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya listrik di area persawahan, kebutuhan air dapat terpenuhi melalui pemanfaatan sumur bor sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Bupati.
Selain meninjau realisasi program, Bupati Ela Siti Nuryamah juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait inovasi di sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bahkan telah menyiapkan skema subsidi biaya pemasangan KWH listrik bagi petani di Desa Bumi Harja sebagai upaya mempercepat pemanfaatan jaringan listrik di lahan pertanian.
Menurut Bupati, keberadaan listrik masuk sawah tidak hanya menjadi solusi penyediaan air, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga akan melakukan rekayasa dan pengembangan jaringan irigasi agar sistem pengairan pertanian menjadi lebih optimal.
“Dengan adanya listrik, persoalan air bisa teratasi dan masyarakat merasa terbantu. Saya juga meminta Camat Batanghari dan Kepala Desa Bumi Harja untuk mengawal pendataan para petani yang akan mendaftar pemasangan KWH listrik agar program ini berjalan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menyampaikan bahwa program listrik masuk sawah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Senada dengan hal tersebut, PJLTT Provinsi Lampung sekaligus Plt. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tien Latifah, menjelaskan bahwa tantangan sektor pertanian pada tahun 2026 adalah mempertahankan swasembada pangan dengan memastikan target luas tanam dapat tercapai meskipun menghadapi musim kemarau yang panjang.
“Solusinya adalah melalui program listrik masuk sawah. Dengan adanya jaringan listrik, sumur bor dapat beroperasi maksimal untuk mengaliri lahan pertanian sehingga petani tetap dapat melakukan penanaman sesuai target. Selain itu, bantuan pembangunan irigasi juga akan terus kami dorong untuk direalisasikan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah. Ia berharap PLN dapat terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan listrik bagi petani karena keberadaan listrik terbukti mampu meningkatkan indeks pertanaman dan masa tanam.
“Kami juga berharap tarif listrik untuk petani dapat lebih terjangkau. Semua pihak harus berkolaborasi agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.
Hermansyah juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan pertanian. Menurutnya, keberadaan tiang listrik di areal persawahan tidak boleh dianggap sebagai hambatan karena justru akan memberikan nilai tambah terhadap lahan pertanian.
“Listrik masuk sawah akan meningkatkan nilai ekonomi lahan. Namun yang paling penting, sawah yang telah dibantu pemerintah harus tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian produktif dan jangan sampai beralih fungsi menjadi kawasan perumahan,” pungkasnya.
Melalui program Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Kementerian Pertanian berharap produktivitas pertanian terus meningkat, ketahanan pangan tetap terjaga, serta kesejahteraan petani semakin baik melalui dukungan infrastruktur pertanian yang modern dan berkelanjutan. (DBS)