LAMPUNG TIMUR – (THE NET 24) – Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur dicanangkan sebagai Desa TAPIS TP-PKK Provinsi Lampung Tahun 2026.
Pencanangan dan pembinaan dipusatkan di Desa Nibung dan dihadiri langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari. Turut mendampingi, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Provinsi Lampung bersama jajaran meninjau langsung berbagai program unggulan yang telah dikembangkan di Desa Nibung. Mulai dari sekretariat TP-PKK, kantin sehat, bank sampah, Posyandu, pelayanan cek kesehatan gratis, donor darah, pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, hingga Gerakan Pangan Murah.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu, mulai dari kesehatan, pendidikan keluarga, lingkungan, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur, Huzaimah Azwar Hadi dalam laporannya menyampaikan bahwa pencanangan Desa TAPIS merupakan agenda tahunan TP-PKK Provinsi Lampung di kabupaten terpilih.
“Tahun ini Kabupaten Lampung Timur mendapatkan kesempatan menjadi lokasi pencanangan Desa TAPIS, dan Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, menjadi desa yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan gotong royong dan keterlibatan semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Mari dengan semangat gotong royong kita bersama-sama membangun Desa Nibung menjadi desa yang maju dan sejahtera. Mari kita wujudkan bersama untuk Lampung yang semakin maju,” katanya.
*Pemkab Lamtim Dukung Penuh*
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Desa Nibung sebagai Desa TAPIS. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Melalui sinergi antara pemerintah, TP-PKK, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat, kita berharap dapat mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri dan sejahtera serta mampu berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Azwar Hadi.
Ia menegaskan Pemkab Lampung Timur akan mendukung penuh pelaksanaan program Desa TAPIS dan berharap Desa Nibung bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK, termasuk pemberdayaan perempuan, pencegahan stunting, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Desa Nibung diharapkan mampu menjadi contoh dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
*Fokus Cegah Stunting dan Ekonomi Keluarga*
Ketua TP-PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari menyampaikan bahwa pembinaan Desa TAPIS merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP-PKK dalam memperkuat 10 Program Pokok PKK.
“Kita ingin masyarakat semakin terampil dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Karena itu, pembinaan dan pembekalan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil harus dilakukan sejak dini dengan gerakan jemput bola.
“Kita jangan sampai ada anak yang terdampak stunting. Mari kita jemput bola. Kolaborasi dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” tegasnya.
Selain kesehatan, pembinaan Desa TAPIS juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Sejumlah dukungan awal seperti mesin jahit dan oven diberikan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dan menambah pendapatan keluarga.
Melalui pencanangan ini, Desa Nibung diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan gotong royong, kolaborasi, kemandirian, dan kepedulian, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan. (DBS)