LAMPUNG TIMUR – (THE NET 24) – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menerima silaturahmi siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026 di Sukadana, Kamis (28/08/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Silaturahmi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, unsur TNI, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Turut mendampingi Bupati, Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, Kepala BPKAD, dan Kepala Bappeda.
Dari tim Seskoad hadir 7 orang perwira:
1. Kolonel Inf Hasroel
2. Mayor Inf Winarno
3. Mayor Czi Irfan Gusema
4. Mayor Caj (K) Murni Hasibuan
5. Mayor Cpl Faisal Fadilla
6. Kapten Inf Adi Prayoga
7. Kapten Inf Ahmad Rizaldi
Bupati Ela menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kolaborasi Seskoad. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat diterapkan Pemkab dalam memperkuat mitigasi Karhutla.
βTerima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah,β ujar Bupati.
Salah satu fokus yang disampaikan Bupati adalah pemberdayaan desa-desa penyangga kawasan hutan. Dengan pemberdayaan yang tepat, masyarakat di sekitar hutan diharapkan mendapat manfaat ekonomi sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian hutan.
βYang kami pikirkan sementara ini adalah bagaimana desa-desa penyangga bisa diberdayakan agar hutan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tetap terjaga kelestariannya,β jelasnya.
Pemkab juga mendorong adanya pendamping desa untuk sosialisasi dan edukasi pentingnya menjaga hutan. Selain itu komunitas akan digandeng sebagai kekuatan bersama dalam edukasi pencegahan.
βKita gandeng juga komunitas agar bisa bergandengan tangan bersama-sama memberikan edukasi. Potensi berbasis komunitas ini sangat penting,β kata Bupati.
Bupati menambahkan, langkah penting selanjutnya adalah menyatukan data dan pemahaman terkait titik rawan Karhutla.
βKita kumpulkan dulu komunitas, kemudian bersama Seskoad kita diskusikan. Harapannya nanti kita memiliki satu data dan satu pemahaman dalam melakukan langkah mitigasi,β ungkapnya.
*Perkuat Mitigasi dan Peralatan*
Dalam diskusi, Pemkab juga menyampaikan kendala yang dihadapi. Salah satunya indikasi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran sehingga butuh pengawasan bersama Forkopimda.
Dari sisi sarana, masih ada keterbatasan peralatan khusus Karhutla, seperti selang dengan ukuran dan panjang sesuai. Sebagian peralatan yang ada saat ini masih merupakan peralatan pertanian.
Untuk itu, Pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan dan selang khusus penanganan Karhutla.
Peningkatan kapasitas personel juga dilakukan. Tim BPBD akan mendapat pelatihan agar mampu menangani kebakaran hutan, tidak hanya kebakaran permukiman.
βTim juga dilatih oleh BPBD agar tidak hanya menangani kebakaran rumah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menangani kebakaran hutan,β ujarnya.
Bupati berharap sinergi Pemkab, TNI, masyarakat, komunitas, dan desa penyangga terus diperkuat. Menurutnya pencegahan Karhutla butuh kerja bersama.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Timur berkomitmen membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terencana, mulai dari edukasi, pemberdayaan desa penyangga, penguatan komunitas, pelatihan personel, hingga penyediaan sarana pendukung. (Red)