Lampung Timur – (THE NET 24) – Irigasi primer memegang peranan vital dalam menopang sektor pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur. Namun, sedimentasi yang terus terjadi dapat mengganggu fungsi irigasi, menyebabkan penurunan produktivitas lahan. Upaya normalisasi menjadi krusial untuk mengembalikan kinerja irigasi seperti semula. Jum’at 26/09/2025.

Proyek normalisasi pengangkatan sedimentasi irigasi primer dilaksanakan di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Area pekerjaan meliputi PG 12 Desa Taman Negri hingga PG 18 Desa Tanjung Tirto dengan panjang irigasi mencapai 8.300 meter.
Saat pekerjaan dimulai, tanah merah mulai diangkat dan dibuat menggunung di tepi saluran. Namun, seiring berjalannya waktu, ada dua ketiadaan yang mulai mengusik. Pertama, tidak ada papan informasi proyek yang terpampang jelas di lokasi. Petani dan warga hanya bisa menerka-nerka detail pekerjaan. Kedua, tumpukan lumpur yang semakin tinggi itu tak kunjung diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang semestinya.
Diketahui Tempat Pembuangan Akhir adalah bagian krusial dalam proses normalisasi saluran irigasi untuk memastikan kelestarian lingkungan dan efektivitas pemeliharaan saluran irigasi, Pembuangan sedimen sembarangan dapat mencemari sumber air, lahan pertanian, atau lingkungan sekitar.
Salah satu masyarakat berinisial ST mengatakan kepada Media ini, “kami sangat senang ada Normalisasi Irigasi seperti ini sehingga sawah-sawah kami bisa mulai menerima air kembali dari irigasi ini, namun sangat disayangkan ada dua masalah yang menjadi pertanyaan kami, yang Pertama ini papan informasi pekerjaannya mana? Kok ga ada? Sedangkan masyarakat juga ingin tahu ini jenis pekerjaan apa, panjangnya sampai mana, anggarannya berapa dari mana? Kan harus jelas!! Yang Kedua terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ini dimana? Kenapa tanah dan lumpur hasil yang sudah di keruk dari irigasi hanya dibuang di tepi irigasi tidak di bawa ke TPA nya, inikan sangat mengganggu jalan di tepi irigasinya, ” tutup ST”. (Red)